Plus dan Minus dijatah Per Bulan

Satu bulan terakhir saya menikmati konsekuensi kata “iya” ketika ditanya sales tentang perubahan paket dari prabayar ke pascabayar.

Waktu itu posisi saat percakapan negoisasi kurang tepat dan kurang kondusif. Sang sales menelpon waktu saya lagi di dalam angkutan umum. Ini jadi pelajaran berharga, ketika ada pembicaraan penting mestinya minta kesempatan untuk mencari waktu Dan tempat yang kondusif. Hal ini juga membantu kita untuk bersikap tenang dan berfikir positif.

Oke,

Dari bulan lalu sampai satu tahun ke depan saya harus rela dijatah 20 GB tiap bulan. Bila dibanding dengan pemakaian sebelumnya, quota ini melebihi kebutuhan saya yang rata-rata 15 GB per bulan. Untuk kecepatan tidak ada perubahan berarti, masih dalam layanan 4G LTE.

Tentang harga, justru lebih murah saat ini bila dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran kebutuhan Isi Pulsa dan paket internet sewaktu masih prabayar. Saat ini saya tidak lagi bayar apa-apa tiap bulan, karena sudah saya bayar di muka untuk satu tahun.

Satu kekurangan dari layanan ini adalah coverage area yang terbatas di Jabodetabek dan Medan saja baru tersedia.  Bila saya harus keluar kota, layanan tidak tersedia. 

Kekurangn lain yang mungkin timbul adalah habisnya quota sebelum datangnya bulan baru, jadi uring-uringan dech fakir quota.

image

Akibat Miskomunikasi di awal dengan sang sales, mau atau tidak mau saya harus rela menggunakan perangkat berbeda, dari  bentuk modem wifi menjadi bentuk smartphone. Walaupun masih bisa tehtering  tapi tidak bisa berperan sebagai ip DHCP seperti yang saya butuhkan, feature ini ada pada modem wifi. Tanpa feature ini saya terpaksa riset lagi bagaimana membangun WLAN di lab networking mini yang saya punya.

image

Note : Tulisan ini bukan promosi ya, hanya curcol…

SMA N Unggulan Pemprov DKI

image
SMA N Unggulan Moh. Husni Thamrin

Dalam tiga bulan terakhir saya berkesempatan berkunjung ke SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin di seputaran Bambu Apus, Cipayung Jakarta Timur.

Kedatangan saya pada awalnya untuk membantu menyiapkan infrastruktur di laboratorium komputer sekolah agar bisa digunakan saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UN BK) pada April nanti. Tanpa terencana sebelumnya, kedatangan saya menjadi berlanjut untuk hal-hal yang bisa mendukung pengembangan IT di Sekolah ini.

Alhamdulillah segala sesuatu yang dipersyaratkan oleh pihak Puspendik Kemendikbud untuk infrastruktur UN BK berhasil kita penuhi dan berjalan lancar. Kurang dari dua minggu saya membantu mempersiapkan server dan berdiskusi bersama Pak Ilham yang bertugas tentang segala sesuatu persiapan infrastruktur.

image

Setelah nya, saya mencoba menginstalasi aplikasi perpustakaan Berbasis web, SLIMS.

image
Memberikan Tutorial penggunaan aplikasi Library Management System kepada Librarian

Selanjutnya, saya mencoba mendeploy aplikasi Learning Management System (LMS) Berbasis moodle. Tujuan nya adalah memanfaatkan fitur quiz yang terdapat di moodle untuk digunakan oleh guru-guru yang mengampu Mata pelajaran UN. Fitur Quiz ini sangat baik dimanfaatkan untuk latihan Siswa-siswi agar terbiasa ujian menggunakan komputer. Sehingga pada hari H pelaksanaan UN BK minimal mereka sudah tidak canggung ujian di depan komputer karena sudah terbiasa.

Server LMS Moodle saya siapkan untuk berjalan di jaringan lokal Sekolah (intranet), memanfaatkan satu unit pc di Laboratorium Bahasa.

Audiobook : How to Speak and Write Correctly

how_to_speak_and_write_correctly_librivoxKadangkala hobbi membaca buku bisa menjadi terhalang dengan datangnya rasa malas membaca, salah satu solusi adalah dengan membaca (tepatnya mendengar) audiobook seperti buku How to Speak and Write Correctly yang saya tampilkan pada postingan ini. Audiobook sebenarnya adalah Podcast, audio yang direkam adalah isi sebuah buku. Semua teks dibaca, tidak ada yang terlewatkan halaman demi halaman, sehingga disebut buku dalam bentuk audio.

Seluruh buku sebenarnya ada 15 Bab. Namun, pada saat ini saya hanya menampilkan audio pengenalan saja. Jika ingin membaca textbook bisa di unduh dulu di sini.

 

Daftar Isi :

1. Introduction      durasi  02:31

2. Requirement of speech    durasi  12:43

3. Essential English Grammar    durasi  40:46

4. The Sentence    durasi 29:20

5. Figurative Language  durasi  17:34

6. Punctuation

7. Letter Writing

8. Errors

9. Pitfall to Avoid

10. Style

11. Suggestion

12.  Slang

13. Writing for Newspapers

14. Choice of Words

15. English Language

16. Masters and Masterpieces of Literature

Audio lengkap ada di sini

 

Naruto The Movie : Indosat Kereen, honto ni..?!

Sabtu, 02 Maret 2013 saya bersama kurang lebih 2000 orang lainnya mendapat kesempatan baik dari salah satu Provider Telekomunikasi terbaik saat ini di Indonesia “Indosat”. Saya tidak sedang  melakukan pujian sesaat  untuk Indosat karena saya mendapatkan tiket gratis nonton hari ini saja, namun lebih dari itu saya sudah mengenal Indosat lebih jauh selama kurang lebih tiga tahun ini dalam keterlibatan saya bersama Indosat untuk “Share” berbagai hal terutama bersama dengan teman-teman dari Komunitas Bloggerbekasi yang hari ini juga spesial diundang. Bentuk apresiasi Indosat kepada pelanggan diaplikasikan dalam berbagai macam event. Salah satunya acara nonton bareng hari ini. Honto ni ? (benarkah…?)

Datang ke Gandaria City pukul 10.40 WIB, saya menunggu Mas Bayu dari Indosat Botabek dan teman-teman bloggerbekasi, akhirnya sekitar jam 11.00 WIB baru saya bertemu dengan Mas Bayu dan Mbak Nina. Sebelum itu, saya berpapasan dulu dengan Uda Irfan beserta junior dan  Umam  dari Bloggerbekasi.

Tiket Spesial Nonton Bareng.
Tiket Spesial Nonton Bareng.

Asyiik, setelah menukarkan voucher dari Mas Bayu ke counter tiket, resmi sudah tiket nonton di tangan.

Continue reading Naruto The Movie : Indosat Kereen, honto ni..?!

Membaca Dan Menulis Sahabat Baik

Tiba-tiba hari ini saya sangat ingin bercerita tentang Pelajaran Bahasa Indonesia. Berawal dari membaca artikel “Kenapa Kita Tak Bangga Dengan Bahasa Indonesia?” yang ditulis oleh Om Jay dalam blog beliau yang hebat http://www.wijayalabs.com.  Saya jadi terbawa kembali teringat masa lalu saat-saat saya mulai membaca, menulis lalu menuturkan Bahasa Kesatuan yakni Bahasa Indonesia.

Membaca dan menulis adalah dua sahabat baik yang selalu setia menemani setiap orang yang pernah berstatus murid, pelajar, siswa dan mahasiswa bahkan mereka yang belajar dari kehidupan dan alam pun secara tidak sadar juga ditemani oleh sahabat baik tersebut. Bagi yang mengenyam pendidikan formal di sekolah, membaca bagi mereka adalah membaca buku-buku pelajaran kemudian menulis essay, jawaban dari tugas-tugas yang diberikan. Bagi yang belum punya kesempatan mendapat pendidikan di jalur formal, mereka belajar membaca kehidupan dan menuliskannya kembali dalam impian dan harapan.

Sekitar tahun 1986,  saya mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Dasar dalam status Murid SD No. 69/III Koto Beringin, saya sangat berterimakasih karena dididik dan diajarkan membaca, menulis dengan benar dan baik. Sungguh sangat bermanfaat apa yang telah diajarkan dulu. Saya berdoa semoga berkah manfaatnya terus mengalir untuk Guru-guruku yang berjasa memberikan ilmunya dengan ikhlas  sampai akhir zaman nanti.

Saya teringat, pelajaran Bahasa Indonesia kalimat-kalimat seperti berikut sangat hafal bahkan sampai saat ini :

“Ini Budi” , “Ini Wati”, “Budi adik Wati”, “Wati kakak Budi”, “Itu Bapak Budi”, “Ibu Budi mencuci di sumur” , “Budi pergi ke sekolah”, “Siapa kakak Budi?”, “Wati menyapu halaman”, “Iwan bermain di halaman”, “Paman dan Bibi pergi ke pasar”.

Bagi yang mengikuti Pendidikan Sekolah Dasar tahun 80-an sudah tidak asing lagi dengan kalimat-kalimat tersebut.

Sumber : Kompasiana.com

Selain membaca, menulis diajarkan dengan baik oleh guru Bahasa Indonesia. Dari menulis huruf per huruf, sampai menulis dengan huruf sambung (dulu kami menyebutnya dengan huruf tali). Beruntung saya mendapat pelajaran dari guru-guru yang sabar, sehingga fondasi membaca dan menulis yang beliau ajarkan tanpa terasa ternyata sudah sangat berlipat-ganda efeknya sampai saat ini.

Saya termasuk orang yang paling semangat bila diminta untuk membaca oleh Bapak atau Ibu Guru. Alhamdulillah kebiasaan dan semangat membaca terbawa sampai saat ini. Mencari buku bacaan hingga mengoleksinya menjadi hobi tersendiri.  Hasil koleksi dicicil membacanya.

Kebiasaan membaca sejak dini saya sadari berpengaruh dalam pendidikan yang saya lalui sampai lulus dari kuliah. Di dunia kerjapun kebiasaan membaca itu mengantarkan saya pada banyak kemudahan.