Kodi : Media Center Mantap…

Cara menonton fim-film box office pakai Android tanpa buffering, tanpa nyedot quota internet, tayangan jernih berkualitas.

image

Kodi adalah hub multimedia canggih dulu bernama XBMC.

1. Masuk ke Play Store, cari apps bernama kodi

image

2. Install kodi di Android
3. Jalankan Aplikasi kodi, tambahkan add-ons genesis. Ikuti step by step nya :

https://seo-michael.co.uk/how-to-manually-install-gotv-for-xbmc/

4. Setiap mengaktifkan kodi, pilih Video, Add-ons, Genesis

image

5. Selama menikmati …..

Teknologi membuatnya jadi murah…!!!

Yuk bikin home theater sendiri ….

Cara Sederhana Memahami Komputasi Awan

Teknologi komputasi yang sedang berkembang saat ini adalah Komputasi Awan (Cloud Computing). Teknologi ini memindahkan resources yang mendukung atau menjalankan perangkat lunak komputer dan infrastruktur kepada pihak lain atau lokasi lain yang terkelola dengan baik. Tiga jenis cloud computing saat ini :
– SaaS > Software as a Service
– PaaS > Platform as a Service
– IaaS > Infrastructure as a Sevice

Google Drive adalah salah satu contohnya, walau masih terbilang masih belum full, tapi cukup untuk sekedar memahami konsep dan prosesnya, saya menyebutnya dengan tool transisi yang disiapkan google secara gratis untuk user agar mendapatkan experience menjelang berlakunya era cloud yang sebenarnya.
Contoh lain yang hampir mirip dengan Google Drive adalah One Drive milik Microsoft. Pertama kali saya menggunakannya saat masih bernama SkyDrive.
Sama halnya dengan Google Drive, dengan One Drive kita bisa mencoba menggunakan aplikasi perkantoran yang tersedia seperti Word, excel, powerpoint.

Microsoft sendiri saat ini sudah meluncurkan layanan yang murni berbasis Cloud berupa Office 365 dan Windows Azure.

Dengan menggunakan layanan seperti Google Drive, kita sudah bisa memahami dan merasakan seperti apa teknologi Cloud Computing sesungguhnya dimasa depan.

Posted from WordPress for Windows Phone

Mengidentifikasi Dua USB 16 GB

Beberapa bulan lalu Saya membeli satu buah USB Flashdisk, ketika itu bersamaan dengan membeli satu unit notebook dan satu unit printer. USB tersebut saya gunakan cukup sering, terutama menyimpan data yang penting sebagai backup. Selama tiga bulan menggunakannya tidak ada masalah berarti kecuali satu kali panik karena lupa tempat menyimpannya.

Karena puas dengan pengalaman itu, saya kemudian kembali membeli satu USB flashdisk dengan merek, jenis dan kapasitas yang sama. Sebagaimana gambar yang melengkapi artikel ini, USB dari salah satu brand produsen elektronik terkenal. Harapan saya tentunya ingin mendapatkan produk yang sama seperti sebelumnya terutama segi kualitas.
Yaah, harapan itu akhirnya tidak terpenuhi, tapi hanya berganti dengan sebuah testimoni 🙂

USB yang baru saya beli itu, ternyata sangat jauh di bawah kualitasnya. Memang diakui, karena satu dan lain hal ketika membeli saya tidak banyak pertimbangan atau berusaha memeriksa hal-hal yang biasa saya perhatikan.

Walhasil. Hanya beberapa hari digunakan, produknya sudah memberikan banyak masalah, selain susah menyimpan berkas di dalamnya karena transfer rate yang rendah, juga sangat rentan terhadap kerusakan data. Setiap pindah komputer atau notebook, selalu ada notifikasi yang meminta agar USB segera diformat.

Sebagai pengingat untuk diri sendiri saya menuliskan ini agar lebih teliti di lain waktu.

Berikut cara saya mengidentifikasi produknya. Walau brand, kapasitas dan warnanya sama tapi berbeda kualitasnya, produk sebelah kiri adalah produk yang saya beli lebih dulu. (lihat gambar).

1. Kemasan terlihat sangat mirip, coba perhatikan hologramnya. Sangat jauh berbeda. Yang bagus berwarna keemasan.
2. Bila digunakan lampu LED yang menyala berbeda warna, yang sebelah kiri berwarna hijau muda, yang sebelah kanan berwarna merah. (hati-hati membuka kemasan, jangan sampai rusak saat mencoba)
3. Bagian belakang kemasan bisa juga dijadikan pertimbangan. Lihat asal produk di produksi. (ini bukan rasis ya)
4. Harga juga tidak berbohong, yang sebelah kiri Rp. 130 ribu-an, yang sebelah kanan, cukup Rp. 100 ribu-an bahkan bisa kurang. Dalam hal ini tepat berprinsip “Kalah membeli, menang memakai” 🙂

Posted from WordPress for Windows Phone

E-Commerce Indonesia : Strategi Bersaing di Pasar Global

Dua minggu lalu sebuah e-mail masuk ke inbox, ternyata email terusan dari atasan saya. Isinya singkat saja, “Tolong daftarkan acara seminar ini”. Diikuti dengan sebuah tautan pendaftaran seminar idEA ke-5. idEA adalah sebuah Asosiasi e-commerce Indonesia tempat berkumpulnya para pelaku e-commerce Indonesia.
Membaca sekilas tema seminar, sepertinya sangat menarik dan saya memutuskan langsung mendaftar, Alhamdulillah sukses registrasinya.

E-Commerce Indonesia menuju AFTA 2015 : Strategi Bersaing di Pasar Global.

Begitu tertulis tema seminarnya.

Seminar ini didukung oleh brand-brand terkenal seperti Google, Adobe, Faspay, MasterCard, Telin, Vads, Prima, FedEx, Wooz.in, Veritrans, SAS dan banyak lagi.

Seminggu sebelum hari H, saya kembali menerima e-mail terkait acara, kali ini langsung dari panitia sebagai reminder.

Hari ini, saya datang menghadirinya. Selain seminar sebagai agenda utama, tersedia juga booth-booth sponsor untuk memperkaya product knowledge yang erat kaitannya dengan e-commerce.

WP_20141204_017[1]

Saat coffee break pagi, saya bertemu peserta dari berbagai latar belakang, ada yang dari perusahaan logistik, ada yang pemilik toko online, ada yang dari perusahaan pembayaran online, ada juga pelaku UKM yang berpengalaman dan sukses bidang e-commerce yang akan berbagi pengalamannya saat breakout session.

Ketika tulisan ini saya tayangkan, acara pembukaan sedang berlangsung bertempat di Ballroom Intercontinental Hotel, Mid Plaza -Jakarta.

WP_20141204_019[1]

Seiring geliat pemerintah membangun infrastruktur internet melalui Indonesia Broadband Plan 2015-2019, para pelaku e-commerce sdh terlebih dahulu bergerak memanfaatkan infrastruktur dan teknologi yang sudah ada. UKM Indonesia sebaiknya sdh wajib bisa memanfaatkan e-commerce untuk bersaing di era AFTA 2015 atau MEA 2015.

Bila infrastruktur telah siap maka diprediksi pangsa pasar UKM yang menerapkan e-commerce akan terbuka lebar di kawasan ASEAN. Ada sekitar 600 juta target pasar tersedia. Dengan strategi e-commerce yang tepat penjualan bisa meningkat 8x lebih besar.

 


  

Posted from WordPress for Windows Phone

 

 

 

Mengamati Gaya Penyajian Buku, Ternyata Menarik Juga…

Suasana santai pagi  nan sejuk ini sambil menyeruput segelas teh “celup” manis, mengisi sela sarapan saya melirik rak buku dan meraih buku yang judulnya agak terlihat lebih seksi di antara buku lain. “Peluh Penawar Rindumu, Indonesia” itulah judul yang tertulis di sampul depan dengan gambar ilustrasi wajah riang empat orang peserta didik usia Sekolah Dasar dengan latar belakang dinding sekolah yang terbuat dari anyaman bambu.

Buku ini saya peroleh sebagai buat tangan saat berkunjung dan bersilaturahmi di tempat penulis-penulis buku ini mendapatkan pembekalan”,  Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa Januari 2013 lalu.

Buku ini berisi kumpulan tulisan-tulisan inspiratif dari guru-guru muda yang dengan berani, sabar dan kuat telah terjun ke medan tugas, rangkaian pengalaman lapangan mereka tuliskan menjadi buku. Hebatnya, setiap selesai masa tugas tahun angkatan, diterbitkan satu buku. Banyak kisah menarik nan mengharukan dari perjuangan guru-guru muda yang berani.

Continue reading Mengamati Gaya Penyajian Buku, Ternyata Menarik Juga…

Latihan Listening dari Podcast British Council

Inovasi Belajar Bahasa Inggris Online dari British Council

Ketika saya menemukan halaman ini, saya mengalami masalah serius dengan kecepatan akses internet saat membuka halaman per halaman webnya, belum jelas masalahnya dari mana. Yang pasti setiap membuka halaman baru, selalu saja loadingnya lama dan kadang-kadang muncul pesan kesalahan. Sepertinya ada skrip yang sulit berjalan di peramban yang saya gunakan, padahal saya sudah mencoba dengan dua peramban/browser berbeda yaitu Google Chrome dan Mozilla Firefox versi terbaru. Terakhir saya mencoba mengaksesnya via IPAD di @atamerica saat acara Bincang Pendidikan beberapa hari yang lalu, ternyata lancar jaya tanpa hambatan, mungkin karena perambannya  Safari atau mungkin juga karena koneksi internetnya yang super cepat.

clip_image002

Gambar : Dengan mengaktifkan Web Developer Consol pada firefox, terlihat sekali banyak peringatan kesalahan penampilan webnya

Saya mencari solusi alternatif agar bisa menikmati pelajaran yang sangat bagus ini, dan akhirnya saya tuliskan untuk di bagi kepada pembaca. Saya berpendapat bagus karena penyajian pelajaran dengan cara ini disampaikan dengan kreatif, sederhana, lucu dan tentunya memberikan salah satu contoh memanfaatkan teknologi internet.

Continue reading Latihan Listening dari Podcast British Council

Pengalaman Mengelola CCTV Perusahaan Manufaktur

CCTV_SystemsTernyata CCTV tidak hanya tentang pemantauan untuk gangguan keamanan saja seperti yang sering kita dengar di berita TV saat ada perampokan ATM atau minimarket saja. TMC Polda Metro Jaya memanfaatkan maksimal CCTV untuk pemantauan lalu lintas. Sekarang kita temui banyak sistem parkir di Mall dan tempat parkir khusus yang memanfaatkan CCTV sebagai counter dan sensor mesin tiket, palang pintu otomatis. Ada manfaat lain bila CCTV ini dikelola secara baik dan terencana bagi sebuah perusahaan manufaktur. Berikut sekelumit cerita saya dalam mengelola sistem CCTV  tahun 2007 lalu.

Belum genap 2,5 tahun bertugas membangun infrastruktur dan mengelola sistem IT sebuah perusahaan manufaktur tempat saya bekerja, saya mendapat tugas baru yakni mengelola sistem Close Circuit Television alias CCTV perusahaan. Kala itu diaktifkan 2 (dua) unit pc sebagai server CCTV dan dipasang 32 Unit kamera dengan pembagian masing-masing mengatur 16 unit kamera. Dari 32 unit tersebut ada  12 unit kamera outdoor dan 20 unit kamera indoor. Semua kamera jenis analog dengan sebuah adaptor penyuplay daya, terhubung langsung ke PC melalui kabel coaxial  dan DVR sekaligus sebagai konverter A/D.  Sayangnya saat itu belum trend teknologi IP Camera.

Continue reading Pengalaman Mengelola CCTV Perusahaan Manufaktur