Posted in Pustaka

4 Buku Sebaiknya dibaca oleh Youtuber

Berikut ini beberapa buku yang isinya sangat bagus dan menarik untuk para youtuber pemula maupun youtuber yang akan mengembangkan diri.

Youtube Vlogging The Complete Manual

 

Youtube Vlogging The Complete Manual

Penulis : Aaron Asadi (Publishing Director)

Penerbit : Imagine Publishing Ltd, Year: 2015

ISBN: 1785460579

Tebal : 132

Disajikan dalam bentuk Bookazine  atau berbentuk majalah berukuran sebesar buku

 

 

vlog like a boss

 

VLOG LIKE A BOSS

Penulis : Amy Schmittauer

 

 

 

 

 

 

 

 

 

make money with youtube

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

youtube for bussiness

 

Advertisements
Posted in Blogger, Kuliah S2, MKOM, Pustaka, Serba-serbi

Belajar Lagi

Kuliah lagi, jadi mahasiswa lagi, Belajar lagi….

CS

Kenapa tidak? belajar, belajar dan belajar… setiap saat sebaiknya kita memang harus bisa belajar. Belajar tidak terbatas pada waktu atau pada institusi formal seperti sekolah atau perguruan tinggi. Dari alampun kita bisa dapat banyak belajar. Kata orang tua dulu “Alam takambang jadi guru” 🙂   Tidak ada ruginya kalau kita belajar, InsyaAllah dengan belajar kita menjadi lebih baik, kehidupan menjadi lebih bermakna dan berkualitas.

Apalagi dewasa ini dengan kemajuan teknologi, bermunculan berbagai metode dan media pembelajaran sehingga batas-batas yang tadinya menjadi penghalang akses belajar menjadi tereliminasi. Belajar tidak lagi terbatas dengan ruangan dan waktu. Karenanya, belajar menjadi lebih mudah dan lebih murah. Sumber-sumber belajar begitu banyak tersedia.

Sstt.. Eh, Sahabat…

Sudah satu bulan lebih saya telah kembali memulai kehidupan akademis. Mendaftar kuliah lagi pada Program Pascasarjana  Universitas Putra Indonesia (YPTK) Padang. Saya memutuskan menapak naik ke jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Sekarang saya jadi bagian Mahasiswa Magister Ilmu Komputer (MKom Angkatan 30). Di UPI YPTK sendiri program Magister Ilmu Komputer di arahkan pada dua konsenstrasi yaitu Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Konsentrasi ini akan lebih nyata pada semester III. Apa yang akan saya pilih? Awalnya saya tertarik mengembangkan diri dibidang pengolah data. Data Analityc , Data Mining, Big Data, System, Software, Apps Development. Tapi atas pertimbangan linieritas interest malah beralih pada hal-hal  tentang Keamanan (Computer Security and Forensic),  Jaringan Komputer (Networking).

Pada kuliah matrikulasi “Object Oriented Programming” minggu sebelumnya sempat berdiskusi tentang linieritas Dosen, Pak Prof. Dr. Jufriadif Na’am, S.Kom, M.Kom, beliau mengatakan kalau dulu S1 nya Teknik Elektro, maka pilihan yang linier adalah S2 Teknik Komputer atau Teknologi Informasi. Sebenarnya kalau di luar negeri Program studi ilmu komputer justru sangat linier, bahkan seringkal ilmu komputer satu atap dengan Ilmu Elektrik. Coba kita search keyword “Electrical Engineering and Computer Science”. Kita akan melihat eratnya keterkaitan antara Teknik Elektro dan Ilmu Komputer. Dengan kata lain keduanya ilmu ini sebenarnya serumpun.

Selain melanjutkan hobi belajar ke tempat pendidikan formal, niat hati juga ingin memantapkan hasil belajar di lapangan sebagai Tenaga IT di berbagai perusahaan. Semenjak lulus S1 Teknik Elektro, Saya lebih banyak berkecimpung di dunia kerja sebagai Personel IT selama lebih dari 13 Tahun.

Siplah, mari mulai berkutat dengan terminologi-terminologi akademis Ilmu Komputer. Diawali dengan empat matakuliah Matrikulasi Teknologi Database, Komunikasi Data dan Jaringan, Object-Oriented Programming, Arsitektur Komputer.

Dengan semangat baru ditambah dukungan dari keluarga dan terutama dukungan istri tercinta. Semoga Allah membimbing dan mempermudah proses studi ini sehingga mencapai hasil yang terbaik.

Mari baca buku Computer Science Handbook

 

Posted in Pustaka, Review, Serba-serbi, wisata

Perpustakaan TMII dimana ?

Sahabat,

Alhamdulillah, siang ini saya berhasil keliling Indonesia dalam waktu 15 menit saja 🙂
Iya lho, Indonesia yang saya maksud adalah miniatur Indonesia (TMII). Saya bersama Om Jay kembali ke Taman Mini dalam rangka persiapan acara Intip Buku tanggal 26 Oktober 2014.
Masuk melalui pintu 2 TMII, membuat kami harus memilih mengikuti jalan memutar “berkeliling Indonesia” untuk sampai ke Perpustakaan TMII yang menempati lantai satu gedung pengelola TMII.
Luar biasa… Ini kali pertama saya masuk ke dalam perpustakaan TMII, begitu sampai di dalam saya merasakan suasana yang berbeda, melihat ruangan yang ditata lebih modern dan koleksi buku-buku yang terpajang rapi di atas rak.
Ada ruang baca yang luas, dibuat bernuansa santai.
Sangat tepat, tempat ini sangat pas alias matching sekali dengan Acara Intip Buku KSGN ketimbang rencana venue yang dipilih sebelumnya.

Ada ribuan judul buku yang terpajang di rak, tersusun rapi mengikuti standard baku perpustakaan, sementara sekitar 7.619 judul terdiri dari 17.277 eksemplar, koleksi audio visual terdiri dari DVD 178 judul tentang tari-tarian daerah dan budaya, 236 Judul Kaset Audio/ Tape, 685 judul CD koleksi foto-foto tentang budaya Indonesia. bahkan digitalisasi katalog sudah dimulai. Padahal perpustakaan ini terbilang masih baru. Saya mengambil foto piagam peresmian yang ditanda tangani oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, terlihat di sana bertanggal 2 Juli 2012.

Perpustakaan ini sangat sayang untuk tidak dikunjungi, karena sebagian besar koleksi buku-buku disini akan melengkapi pengetahuan dan wawasan kita akan khasanah budaya Indonesia. Ada banyak buku yang menjelaskan sejarah/cerita anjungan-anjungan yang ada di TMII beserta budaya-budaya yang berhubungan dengannya. Ada buku-buku cerita rakyat yang melegenda, tentang agama dan sebagainya.
Berikut foto-foto yang sempat saya abadikan :

Posted from WordPress for Windows Phone

Posted in Pustaka

Memandang CJ Secara Lebih Kritis

Bersama Kang Pepih disela-sela IIMS Juli 2010, Foto : Hesti Indriati, FB

Sepulang dari Tasikmalaya, ada dua buku baru melengkapi koleksi perpustakaan mini di rumah. Seperti biasa, setiap koleksi buku terbaru selalu saya beri tanda khusus untuk mengingat cara dan tempat mendapatkannya. Kedua buku ini saya beri tanda khusus “Tasikmalaya, 03 November 2012”.

Selain itu ada satu tanda spesial yang berbeda untuk kedua buku itu. Walaupun sama-sama saya peroleh langsung dari penulisnya yaitu “Tanda Tangan”. 🙂  Buku pertama terdapat tanda tangan asli penulis, sedangkan buku kedua belum sempat saya minta untuk ditanda tangani penulisnya.

Saya terlebih dahulu tertarik melahap buku pertama, yaitu dari Kang Pepih Nugraha (sbg. Penulisnya). Sebabnya adalah beberapa kali mengikuti sesi talkshow dan seminar yang menghadirkan Kang Pepih sebagai pemateri, saya selalu serius menikmati pandangan beliau tentang Citizen Journalism. Judul “Citizen Journalism”  juga yang tertulis di sampul depan buku ini.  Sekilas  judul tersebut menjadi hal biasa saja, namun penambahan rangkaian kata lain yaitu Pandangan, Pemahaman dan Pengalaman di bawah judul menjadi magnet tersendiri bagi saya, apa relevansinya ? Continue reading “Memandang CJ Secara Lebih Kritis”

Posted in Pustaka, Review, Serba-serbi

Mengunjungi Perpustakaan Japan Foundation

Minasama, Ogenkidesuka ? / Apa kabar semuanya ?

Silahkan, Halte “Nama halte”…,

Periksa barang bawaan anda dan hati-hati melangkah..

Itulah kata-kata yang wajib dihafal oleh petugas Trans Jakarta bila berhenti di salah satu Halte ketika pintu terbuka.

Beberapa orang  bergegas turun dari Bus Trans Jakarta di Halte Bunderan Senayan tepat di depan Ratu Plaza, Jakarta Selatan. Tak seperti biasanya, siang ini halte terlihat begitu lengang, sehingga tidak perlu berdesakan. Turun dari TJ Saya langsung keluar halte dan menuju ke Gedung Summit Mas sekitar 50 m dari Halte.

Selamat Siang Pak !” Pak Satpam menyapa saya dengan ramah.

Selamat Siang..” Sahut saya singkat sambil senyum.

Setelah melewati “Metal Detector”, yang saya sebut sebagai pintu kecurigaan. Saya mengarah ke Meja Recepsionist, sambil menyerahkan KTP saya diberikan kartu visitor.

Mau Kemana Pak ?” Sapa Mbak *Yuni (*bukan nama sebenarnya)

JF, lantai 3 Mbak“, Jawab saya.

Konichiwa.. / Selamat Siang !

“Duuh, Ibu. Please dech saya belum bisa bahasa Jepang”. bisik saya dalam hati.

Maaf Ibu, saya mau ke Perpustakaan. 

Silahkan ke lantai 2 Pak…

“Aa, Hai. Lantai dua ya ?”, Saya langsung bergegas turun satu lantai seperti yang disarankan. Ternyata saya lupa, harusnya langsung saja ke lantai 2 kalau mau ke perpustakaan.

Hmm, lega. Akhirnya sampai juga di tujuan. The Japan Foundation, Jakarta ( dahulu lebih dikenal dengan Pusat Kebudayaan Jepang ) merupakan lembaga nirlaba resmi pemerintah Jepang dalam bidang bahasa, pertukaran budaya, studi Jepang dan pertukaran intelektual.

Sekarang saya berada di Perpustakaan dikelola oleh Japan Foundation, Unit kerja The Japan Foundation Jakarta terdiri dari bagian Budaya dan bagian Bahasa. Nah, kabarnya Perpustakaan ini merupakan salah satu seksi dalam bagian Budaya. Ada sekitar 25.000 buku, koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan ini.

Di samping akses yang cukup gampang menuju ke perpustakaan ini tentu saja yang lebih menggembirakan adalah kemudahan untuk berkunjung dan menjadi anggota perpustakaan. Perpustakaan ini  terbuka untuk umum.

Selain penelusuran koleksi perpustakaan berupa buku, Majalah, CD (Audio Visual) melalui online catalogue yang disediakan. Di perpustakaan ini kita bisa menyaksikan tayangan siaran TV NHK, foto copy, internet gratis. Biasanya Japan Foundation juga selalu padat dengan acara promosi kebudayaan seperti Pameran Kebudayaan, Festival Film Jepang, Kursus Ikebana, Origami dsb.

AA, I O’ tenki desu ne ? Continue reading “Mengunjungi Perpustakaan Japan Foundation”