Posted in Blogger, Pelatihan Blog, Review, Serba-serbi

Bimbel Online di Ruangguru atau Bimbel Primagama

Kurikulum pendidikan di Indonesia terus dikembangkan. Mulai dari kurikulum 1968 sampai yang terakhir kurikulum 2013. Tak dapat dipungkiri, perkembangan materi pelajaran pun juga terus meningkat. Untuk mengimbangi fenomena ini, sangat wajar ketika peserta didik ikut serta dalam bimbingan belajar (bimbel) atau les.

Salah satu contohnya, Primagama sebagai penyedia jasa pendidikan luar sekolah  (bimbel). Didirikan tanggal 10 Maret 1982 di Yogyakarta dengan target mulai dari siswa SD-SMA. Hingga saat ini, Primagama memiliki 461 cabang di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah peserta didiknya pun cukup besar, yaitu 90.000 siswa aktif setahun dengan jumlah pengajar mencapai 8.000 orang. Target bimbel ini adalah meningkatkan prestasi akademik di sekolah, UAS, UN, hingga sukses masuk PTN di Indonesia.

Keunggulannya dalam memajukan pendidikan di Indonesia memang sudah teruji. Primagama melaksanakan tes uji dalam bentuk Paper Based Test (PBT) dan  Computer Based Test (CBT). Tak berhenti di situ, Primagama juga memiliki SmartConsys dan Smart Book. SmartConsys adalah sistem computerize konsultasi siswa terpadu yang tersedia dalam paket Layanan Siswa Primagama (LSP). Sedangkan Smart Book disusun berdasarkan kurikulum pemerintah serta sajian soal-soal latihan yang mudah dipahami.

primagama

Perihal metode belajar, Primagama dikenal dengan jurus andalannya “Smart Solution” agar bisa memahami pelajaran dan mempercepat penyelesaian soal-soal ujian. Jurus yang paling populer adalah Magasing dan Fisitaru. Magasing adalah kumpulan rumus matematika yang mudah, asyik, dan menyenangkan. Sedangkan Fisitaru adalah langkah-langkah penyelesaian soal-soal fisika tanpa rumus-rumus rumit.

Meski Primagama terbilang gemilang dalam mengedepankan prestasi siswa, peserta didik Primagama tentunya harus datang ke lokasi les untuk belajar. Dalam kondisi tertentu, perlunya hadir di lokasi les akan menjadi hambatan tersendiri bagi peserta didik. Berbeda dengan Ruangguru, platform berbasis internet ini menyediakan jasa bimbel melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Play Store/App Store. Sehingga, hanya dengan bermodalkan internet, peserta didik dapat mengakses materi bimbelnya di mana saja dan kapan saja.

ruangguru 1

Berbeda dengan biaya bimbel di Primagama yang berkisar jutaan rupiah. Biaya bimbel di Ruangguru terbilang sangat terjangkau, mulai dari Rp 175 ribu. Pelajar dari SD-Umum dapat menjadi peserta bimbel di Ruangguru. Selain itu, guru yang mengajarnya pun bisa disesuaikan dengan yang diinginkan. Sehingga peserta didik dengan guru pelajaran yang dibutuhkan.

Nah untuk bantuan mengerjakan soal, Ruangguru menyediakan langkah yang cukup mudah untuk menanyakan kepada guru yang ahli di bidangnya. Siswa cukup mengirimkan foto soal, kemudian mengunggahnya dalam aplikasi Ruangguru. Selanjutnya guru akan menjelaskan peserta didik dengan melalui fasilitas chatting.

Untitled design(3)

Di antara kedua pilihan tersebut, orangtua dapat memilihkan mana yang kira-kira dapat membantu tumbuh kembang pendidikan anak. Primagama atau Ruangguru, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karenanya, orangtua harus bijak dalam memilihkan bimbel untuk anaknya supaya materi pembelajaran ketika bimbel sesuai dengan kondisi sang anak.

Advertisements
Posted in Pelatihan Blog, Serba-serbi

Pelatihan Guru Ngeblog 6

Pelatihan Guru Ngeblog angkatan 6 yang difasilitasi oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog hari ini 21 September 2014 mengambil tempat di SDIT Insan Kamil Bekasi.

Dihadiri sekitar 30 orang peserta akan diberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang pembuatan dan pemanfaatan blog bagi guru-guru.

Tepat pukul 08.15 WIB pagi ini, kegiatan dibuka dengan sambutan Om Jay sebagai founder KSGN, dilanjutkan sambutan oleh Ibu Betti Risnalenni sebagai Pimpinan SDIT Insan Kamil tempat penyelengaraan kegiatan, saat ini sedang berlangsung penyampaian materi oleh Pak Sukani. Setelah ini akan ada pemaparan tentang Mobile Blogging oleh Yulef Dian.

Kegiatan ini akan berlangsung seharian. Semoga peserta yang hadir hari ini mendapatkan pengalaman dan inspirasi baru setelah mendapatkan motivasi dari dia narasumber berikutnya yaitu Pak Bayu Sulistiawan dan Ibu Siti Mugi Rahayu.

Pelatihan hari terlihat lebih santai dibandingkan kegiatan sebelum-sebelumnya karena didukung suasana tempat outdoor lesehan sambil menyantap cemilan kacang goreng. 🙂

Posted in Pelatihan Blog

Survey Ke ITCC Jati Luhur

Sebagai bagian  persiapan Pelatihan Lanjutan dari Pelatihan Blog Guru I (30 Oktober 2011)  dan Pelatihan Blog Guru II  (20 November 2011). Hari ini, Rabu 14 Desember 2011 Tim BeBlog yang diwakili oleh Ilham, Yuli dan Yulef, IGI Kota/Kabupaten Bekasi diwakili oleh Ibu Juli dan Ibu Soliha yang mendampingi personel dari Indosat Pak Elga Yulwardian meluncur ke ITCC di Purwakarta untuk melakukan survey secara langsung.

Indosat Training and Conference Centre (ITCC) Jati Luhur – Purwakarta adalah tempat yang dipilih  untuk lanjutan Pelatihan  Blog Guru. Tema pelatihan kali ini sangat sesuai dengan tempat pelatihan yaitu “Training of Trainer (TOT) – ICT”. Diharapkan dalam pelatihan lanjutan ini, peserta memiliki wawasan dan motivasi pemanfaatan ICT sekaligus siap menjadi Trainer pemanfaatan ICT di lingkungan sekolah maupun di lingkungan domisili masing-masing.

Di Depan ITCC

Berikut perjalanan seru Tim Survey BeBlog & IGI Kota/Kabupaten Bekasi  hari ini 14 Desember 2011 :

11.45 WIB

Sebelum berkumpul di Meeting Point, pada jam ini semua anggota tim masing-masing berusaha untuk berkumpul tepat waktu sesuai dengan kesepakatan tepat setelah shalat zhuhur.

13.00 WIB

Alhamdulillah, cuaca sangat cerah semua anggota tim berjumlah 5 orang sudah berkumpul di BCP sebagai meeting point yang disepakati. Sebagai anggota Tim yang terjauh, saya memilih untuk datang lebih cepat. Selesai shalat zhuhur di Islamic Center Bekasi saya langsung bergegas ke BCP, Begitu sampai di BCP saya mengontak satu persatu rekan-rekan, tidak lama menunggu semua sudah berkumpul. Ketepatan waktu sangat saya apresiasi.

Sambil menunggu tim, saya dan tim berupaya menjalin kontak dengan pihak Indosat sebagai pihak pemilik tempat yang ikut dalam tim survey ini. Dari komunikasi singkat dipastikan Pak Elga mewakili tim Indosat dan kami bertemu di Jalan A. Yani – Kota Bekasi.

14.30 WIB

Menggunakan Avanza warna silver, tim survey berangkat menuju lokasi menelusuri ruas Tol Cikampek, lalu Tol Cipularang dan keluar di pintu tol kilometer 84 Purwakarta.

15.30 WIB

Setelah lebih kurang satu jam perjalanan yang lancar, Alhamdulillah tim sampai di lokasi.  Wooww Surprise…!  pandangan pertama begitu menggoda begitu kami memasuki lokasi yang dituju, ada dua lokasi menakjubkan dan canggih, Stasiun Bumi Indosat dan Indosat Training and Conference Center (ITCC). Kami disambut dengan sangat ramah oleh Pak Agus dan Ibu Vivi di ruangan Business Center – ITCC.

Logo ITCC

“Selamat Datang di ITCC”, Pak Agus menyapa kami dengan bersahaja lalu memperkenalkan kami dengan Ibu Vivi.

Stasiun Bumi Indosat, Jatiluhur

15.40 WIB

Setelah sesi berkenalan singkat dan beramah tamah sejenak sambil menyampaikan maksud kedatangan kami, kami langsung di bawa berkeliling melihat fasilitas dan lingkungan komplek yang sangat asri.

Ruang pertama yang kami kunjungi adalah Balairung 001 atau Auditorium, Balairung 001 adalah ruangan konferensi  yang berkapasitas 200 orang. Tempat ini sangat representatif,  selain memang di desain khusus untuk ruangan konferensi ruang ini terlihat unik, dilengkapi dengan akses point dengan bandwith internet yang rasanya tidak perlu diragukan dech. Di ruangan ini kami berdiskusi untuk menentukan bentuk layout ruangan posisi yang diperlukan untuk sesi pelatihan yang akan dihadiri oleh 150 orang.

Segarnya, salah satu view landscape dari arah penginapan VIP. ITCC

Keluar dari Balairung, kami langsung menuju tempat penginapan VIP sekitar 40 m bagian selatan Balairung,  melewati area coffee shop dan view kolam renang beserta landscape yang menghampar hijau. Kami berdecak kagum begitu salah satu kamar terbuka, melihat ruangan yang nyaman tertata rapi layaknya fasilitas hotel berbintang.

Foto Ruangan Penginapan di ITCC

Dari penginapan ini, Pak Agus kemudian mengajak kami mengunjungi penginapan lain sekitar 20 m sebelah timur, selepas itu kami melihat fasilitas lain sambil disela dengan diskusi-diskusi kecil. Luar biasa, ternyata tempat ini sangat lengkap, selain pusat pelatihan ITCC ini juga dilengkapi dengan sarana olah raga yang  lengkap, diantaranya ada lapangan Tenis Meja, lapangan Futsal, Fitness, Lapangan Tenis, Tenis Meja, Cycling Track dan Billyard. O iya, selain sarana olah raga kami berkesempatan melihat sebuah coloseum yang bisa dipakai untuk acara api unggun. “Nah, tempat ini bisa untuk acara api unggun”, kata Pak Agus dengan semangat.

Coloseum, Tempat Acara Api Unggun

16.15 WIB

Selesai berkeliling ITCC dan mendapatkan data-data yang diinginkan, kami kembali ke ruang Business Center untuk berbincang sejenak sambil  melepas dahaga dengan suguhan minuman ringan, kami pun pamitan dengan Ibu Vivi dan Pak Agus untuk pulang ke Bekasi.

16.30 WIB

Sebelum berangkat pulang ke Bekasi, kami menuju ke Masjid IQRA sebelah barat Balairung menunaikan shalat Ashar berjamaah.

17.00 WIB

Tepat jam 17.00 WIB kami meluncur kembali diiringi hujan lebat menuju pintu tol km 84 untuk pulang ke Bekasi.

17.55 WIB

Dalam perjalanan pulang kami menyinggahi Rest Area km 42 untuk shalat magrib dilanjutkan dengan makan malam.

Narsis dulu sebelum makan, boleh dunk...

19.00 WIB

Setelah menyantap makan malam, langsung melanjutkan perjalanan pulang  menelusuri ruas Tol Cikampek yang sudah padat.

20.10 WIB

Alhamdulillah, sampai juga di Kota Bekasi. Kami berpisah di Pintu Tol Bekasi Barat menuju rumah masing-masing.

Seru dan Takjub ! Keseruan ini akan lebih berarti bila dinikmati bersama-sama panitia dan peserta dalam sesi Training Of Trainer ICT nantinya.

Overall, dari hasil survey ini disimpulkan bahwa sarana dan prasarana di komplek ITCC ini sangat representatif sebagai tempat pelatihan yang direncanakan oleh Komunitas Blogger Bekasi dan IGI Bekasi tanggal 26-27 Desember 2011. Nantikan serunya acara TOT  Pemanfaatan ICT Powered by Indosat. Ayo, yang mau ikutan, buruan daftar..! Tempat terbatas.

Foto : Google.com,  foto  hasil bidikan lain Ilhami Gani dan Yuli Suprayitno.

Posted in Blogging Tools, Networking, Pelatihan Blog

Dari Manakah Kita Menilai Manfaat Internet ?

Sejak teknologi internet mulai berkembang beberapa tahun silam khususnya di Indonesia, beragam reaksi yang terlihat di tengah masyarakat kita dalam menyikapinya. Beragamnya reaksi tersebut memunculkan beragam segmen dan cara pandang terhadap manfaat internet itu sendiri. Sehingga boleh dibilang garis besarnya memunculkan dua kutub penilaian bagi teknologi bernama internet yaitu internet negatif dan internet positif. Masing-masing punya argumen sendiri terhadap penilaian mereka. Pada awalnya kelompok yang menilai bahwa internet itu negatif di masyarakat kita boleh jadi jauh lebih banyak dibandingkan dengan penilaian positif. Pengguna internet pun terkesan eksklusif. Namun seiring perkembangan dan berjalannya waktu, saat ini bisa diprediksi peta kekuatan sudah jauh berubah kearah yang lebih baik.

Yahoo Messenger (YM)

Saya sendiri baru mengenal internet pada akhir 1998 ketika diajak seorang teman kuliah untuk belajar chatting menggunakan internet messenger, waktu itu sangat populer  aplikasi MIRC dan YM. Karena orang baru, Sayapun bisanya hanya membuat tiga  akun email (email account) Yahoo!, plasa.com  dan telkom.net,  Alhamdulillah  dua dari akun-akun tersebut masih terpakai sampai sekarang.

logo mirc
Internet Relay Chat

Teman-teman saya banyak yang hobi bolak-balik ke warnet sekedar melepas kejenuhan usai kuliah, tapi hanya santai dengan ber-Chatting Ria. Melihat gelagat seperti itu saya pun spontan menilai ternyata teknologi internet cuma untuk chatting dan menghabiskan waktu saja, selain itu banyak menemukan pengunjung warnet dalam bilik-bilik kecil yang cekikikan karena masih leluasa mengakses gambar-gambar tidak baik. Melihat hal itu, secara jujur saya langsung menilai bahwa Internet ternyata negatif ya..? ini kesimpulan saya pada saat itu. Dua tahun setelahnya, penilaian saya sangat berbalik 180 derajat, berubah secara drastis karena saya sudah melihat manfaat yang luar biasa dari Internet.  Saat ini saya merekomendasikan penggunaan internet secara luas, karena manfaatnya yang dahsyat bila segi positifnya dieksplorasi lebih jauh. Internet bagaikan sebuah perpustakaan raksasa dan guru maya yang kaya ilmu.

Lihatlah fenomena baru saat ini, kalangan bisnis yang mengerti dan paham manfaat positif internet langsung menyambar dengan “otak kanan” mereka lalu segera memanfaatkan teknologi internet untuk pengembangan bisnisnya. Walhasil, banyak toko-toko online bermunculan. Banyak perusahaan memanfaatkan website sebagai online company profile, pada business card sudah umum ditemukan alamat email dan url website. Jarang sekali perusahaan saat ini yang tidak mempunyai akses internet bahkan banyak yang lebih canggih dengan teknologi nirkabel seperti WIFI. Pebisnis kuliner, menarik pelanggan dengan menyediakan hotspot gratis pada gerai mereka.

Di pemerintahan, perubahan dari Menparpostel menjadi Menkominfo  saja sudah terlihat bahwa porsi komunikasi dan informasi semakin memerlukan konsentrasi pengelolaannya. Di daerah banyak bermunculan  Cyber City yang diawali dengan menjamurnya website-website pemerintahan daerah, seperti halnya http://www.bekasikota.go.id  dan http://www.bekasikab.go.id bahkan masing-masing dinas sudah mempunyai website sendiri. Komunikasi dengan surat elektronik (email) sudah bukan hal baru lagi, digunakan lebih efektif karena terbukti lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah.

Kalangan akademisi, mulai memanfaatkan teknologi internet untuk mempermudah riset dan melakukan publikasi hasil riset. Menjadikan internet sebagai digital library. Tahun 2005, ada perbedaan yang sangat jauh antara negara tetangga Malaysia dengan Indonesia dalam hal pemanfaatan internet. Ketika  itu saya berkesempatan mampir ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) di Kuala Lumpur dan University Teknology Malaysia (UTM) di Johor. Saya tercengang karena mereka punya infrastruktur internet  WIFI seluruh kampus dengan kecepatan 1-2 Mbps dan gratis untuk semua mahasiswa. Sedangkan di Indonesia khususnya di sumatera baru mencapai  256 kbps paling tinggi dan itupun hanya bisa akses internet di beberapa Warnet saja, belum  ada fasilitas di kampus-kampus. Sekarang ? sangat jarang kampus yang tidak memiliki ruang ICT dan akses internet gratis untuk mahasiswanya.

Pada masyarakat umum, fenomena jaring sosial seperti Friendster, Facebook, koprol, Twitter, Email, Blog, milis  sudah menjadi hal perbincangan sehari-hari. Bermunculan komunitas-komunitas pengguna internet, salah satunya Komunitas Blogger Bekasi http://www.bloggerbekasi.com yaitu kumpulan blogger dari Bekasi yang semakin menembus tapal batas.  Lihatlah betapa aktifnya mereka menebar salah satu manfaat internet “Blog”, semangat berbagi online dan offline, hingga menjadi komunitas blog berbasis wilayah terbaik 2010.  Kegiatan terbaru yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat adalah Pelatihan Blog Guru bekerjasama dengan IGI Kota/Kabupaten Bekasi dengan Sponsor utama salah satu provider telekomunikasi terkenal Indonesia yaitu Indosat.

Banner Pelatihan Blog Guru

Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) mencoba menebar manfaat positif dari Internet melalui Blog menggandeng Guru-guru khususnya di Kota Bekasi agar menjadi teladan dalam memanfaatkan internet secara positif bagi peserta didiknya. Kegiatan ini mengambil tema “Menjadi Guru Kreatif Dengan Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran”. Insya Allah kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 30 Oktober 2011 bertempat di Islamic Center Bekasi, selengkapnya silahkan baca di sini.

Prospek Pertumbuhan Pengguna Internet

Cobalah kita telaah sejenak data statistik 2011 yang dirilis oleh Internet World Stats, Indonesia menempati urutan 3 asia dalam hal pertumbuhan pengguna internet. Diperkirakan ada sekitar 2 juta blogger dari 39,6 juta pengguna internet di Indonesia. Potensi bertambahnya jumlah ini cukup besar. Jumlah ini satu tingkat di bawah Jepang yang lebih banyak 2 kali lipat.

Dari uraian saya di atas, terlihat semakin berkembangnya penggunaan internet berbagai bidang, seiring dengan semakin paham dan sadarnya masyarakat akan manfaat positif dari teknologi internet ditunjang dengan fasilitas yang semakin memadai. Manfaat positif tersebut akan terasa bila kita langsung ikut merasakan manfaatnya sebagai pengguna yang aktif, mengeksplorasi fungsi-fungsi dan aplikasi internet yang sudah semakin banyak dan gampang dipelajari.

Walaupun tidak dapat kita pungkiri, masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa internet itu sesuatu yang negatif, minim manfaat. Pun juga ada sebagian oknum  yang masih menggunakan internet untuk tujuan negatif. Ketimbang memikirkan tindakan mereka, lebih baik biarkan saja mereka berbuat demikian, karena memang internet adalah area public yang bebas, kita cukup menuai manfaat positifnya saja, sambil berharap agar mereka berubah fikiran menjadi baik.

Hmm.. Ternyata internet sudah semakin berkembang yaa?  Setiap orang tentu mempunyai sudut pandang yang berbeda. Akhirnya, tanpa memaksakan pendapat, saya tutup ulasan ini dengan satu pertanyaan sederhana, “Dari sudut pandang mana anda menilai manfaat internet  ?”

Salam.