Sebuah Pengakuan : Pernah Berkelahi usai Ujian Nasional

Sahabat,

Pagi ini saya melihat gambar yang dibagikan oleh teman-teman di linimasa Facebook. Gambar tersebut dari laman web Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ilustrasinya sangat sesuai dengan keadaan saat ini yaitu tentang Ujian Nasional.
Gambar-gambar ini sebenarnya sudah pernah saya unduh, dan masih tersimpan di laptop. Hari ini, gambar tersebut saya jadikan inspirasi tulisan ini.

image

image

Tulisan ini bertolak dari kalimat singkat yang bagi saya sangat inspiratif dan dalam yang merupakan pesan utama dari gambar tersebut, yakni “Prestasi penting, Jujur yang utama”.

Kalimat itu mengingatkan saya kembali ke tahun 1998 lalu saat mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) sekarang bernama Ujian Nasional (UN).

Begini ceritanya,

Hari itu termasuk hari-hari yang penting bagi pendidikan saya Karena mengikuti Ujian Akhir setelah tiga tahun Belajar di sana. Saya pun menikmati masa-masa terakhir sebagai siswa di Sekolah tercinta “SMU Negeri 1 Sungai Penuh” (julukannya SMANSA). Kami adalah angkatan pertama yang mengalami perubahan nomenklatur SMA ke SMU dan sistem Semester ke Catur Wulan.

Sekolah ini termasuk sekolah favorite di daerah kami. Saya merasa sangat beruntung bisa terdaftar sebagai siswa di sini, karena menurut aturan rayon yang benar, seharusnya saya tidak bisa masuk. Hal ini dikarenakan Saya adalah lulusan SMP Negeri Siulak Kec. Gunung Kerinci, kecamatan yang jauh dari pusat Kota tempat SMUN 1 ini berada dan bukan rayon bagi sekolah saya.  Keadaan istimewa inilah membuat saya merasa beruntung.

Hari pertama masuk sekolah ini, sebagai anak kampung, saya merasa akan dipertemukan dengan teman-teman yang semuanya baru saya kenal di Kelas 1 C. Tapi ternyata, Subhanallah… saya mengenal wajah mereka. Ya, mereka ini yang sama-sama mengikuti seleksi masuk SMU Titian Teras di Dinas DikPora. Rupanya saya baru sadari, Sekolah ini ternyata “menampung” kami-kami yang tidak lulus seleksi itu. saya berada di kelas yang terbanyak menampung. Hampir semua kelas ada mulai dari  kelas 1 A sampai kelas 1 E.
Selama tiga tahun, Alhamdulillah saya mendapatkan banyak hal dalam Belajar di Sekolah ini, aktif kegiatan di PMR sekolah, senang sekali pelajaran olah raga, sepak takraw menjadi hobby,  berlomba prestasi dengan teman-teman yang memang siswa pilihan sejak awal. Walau sedikit jadi anak “badung” prestasi belajar saya tidak keluar dari sepuluh besar. Dari kelas 1C Naik ke 2C lalu kami berpisah ke masing-masing masing jurusan. Mungkin karena pertimbangan nilai pelajaran eksakta saya termasuk baik dan nilai belajar “akuntansi” saya termasuk tidak baik. Saya terpilih ke Kelas III IPA-2 dan terpilih pula menjadi ketua kelas bersama sahabat baik saya Hendri Dwi Putra…

Singkatnya, hari ini saya mengikuti hari Ujian terakhir,  saya lupa mata pelajaran  materi ujian pagi ini. Saya ada di ruang kelas 1 paling ujung dekat Kantor Bapak Kepala Sekolah. Di ruang kelas ini beberapa siswa saya kenal berasal dari Sekolah tetangga yang di bina oleh Guru-guru dan ternyata Kepala Sekolah mereka adalah Guru Fisika kami, beliau juga menjabat Wakil Kepala Sekolah.
Mereka kebagian kursi bagian belakang.

Selama Ujian beberapa hari, saya merasa terganggu dengan “kelakuan” teman-teman dari tetangga ini. Saya merasa diintimidasi, selama ini saya dianggap inferior. Karena mereka selalu berisik meminta contekan kertas jawaban saya,  agak sulit rasanya berkonsentrasi. Ini adalah hari  terakhir, saya semakin terganggu oleh ulah mereka. Sempat bersitegang sedikit sampai akhirnya saya menantang untuk bertemu di luar seusai ujian.

“Kamu selalu minta jawaban ke saya, itu mengganggu saya, saya sendiri selama ini  berusaha belajar dan menghindari hal seperti ini (berbuat curang), kamu anggap saya apa hahh, kalau kamu tidak suka, saya tantang kamu di luar”. Sepenggal kata yang kira-kira masih saya ingat.

Mungkin ini karena akumulasi kekesalan beberapa hari ya…

Ujian usai….
Hati rasanya sangat lega, bersyukur sudah melewati evaluasi akhir. Kertas jawaban saya kumpulkan dan saya bergegas keluar kelas.

Melewati pintu pagar saya melihat beberapa orang berkumpul di depan tukang bakso nCul samping sekolah. Di antara mereka ada di D*, orang yang saya tantang tadi di kelas. Ia dan beberapa temannya mendatangi saya lalu terjadilah perkelahian tidak seimbang. Saya yang berbadan kecil, seorang diri menghadapi beberapa orang. Tidak jelas siapa duluan yang memukul.

Setelah dilerai beberapa teman, terlihat bajunya sobek, wajah sedikit berdarah.

Saya sendiri tidak menyadari keadaan diri, bagaimana babak belurnya saya ketika itu, badan rasanya begitu gemetar dan langsung pulang. Sebelumnya sampai rumah pun sempat terjadi satu kali lagi perkelahian dengan adik si D* yang mengejar saya.

Kebetulan tempat tinggal hanya beberapa ratus meter dari Sekolah (Sanggar Batik).

Sekitar pukul 2.00 Siang, tiba-tiba saya dipanggil dan disidang di ruang Kepala Sekolah perihal kejadian tadi pagi. Di ruangan sudah ada Pak Dokter (yang menjadi Wali saya) ada D* dan Walinya, Bapak Wakil Kepala Sekolah yang juga sebagai Kepala Sekolah tetangga itu, Guru Olah Raga (Pak Hatisar).

Saya menjelaskan kronologi kejadian yang saya alami apa adanya.

Akhirnya kami sepakat damai, saya mengakui kekeliruan karena sudah terpancing.

“Case Close….”  Kata Bapak Wakil Kepala Sekolah yang juga Guru Fisika kami.

Kejadian ini masih membekas diingatan sebagai pelajaran berharga bagi saya pribadi.

Hari ini, saat tulisan ini ditayangkan sedang berlangsung UN 2016 untuk jenjang SMA/SMK/MA untuk itu saya mengucapkan

” Selamat Mengikuti Ujian Nasional, prestasi penting, Jujur yang utama” bagi adik-adik Siswa dan Pelajar tingkat akhir.

Note :
– Ini kejadian nyata yang saya alami.

– mohon dikoreksi dari teman-teman alumni se-angkatan yang masih ingat keadaan waktu itu, jika ada tulisan di atas yang keliru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s