Kritik Pengelolaan Wisata di Kerinci (2)

 

Setelah kurang puas di Spot Wisata Aroma Peco seperti yang saya tulis pada tulisan bagian pertama, kami segera bertolak melanjutkan niat awal Silaturrahmi keluarga ke Sangir Tengah. Menyadari hari masih terlalu pagi, ketika melewati Kersik Tuo kami memutuskan untuk melewati persimpangan dan meneruskan perjalanan menuju spot wisata berikutnya yaitu Air Terjun Telun Berasap, di Letter W.

Tidak jauh berbeda kesan awal ketika kami sampai dilokasi. Kok bisa ya, tempat wisata yang sudah bertahun-tahun dikelola, sampai sekarang belum mempunyai tempat parkir khusus pengunjung yang nyaman? Tidak tampak perubahan signifikan, padahal kawasan wisata ini persis di jalur utama Kerinci – Padang via Muaro Labuh. Wal hasil kami hanya bisa memarkir kendaraan dipinggir jalan 🙂

Di pinggir jalan ini berderet beberapa warung nasi dan beberapa warung makanan ringan. Tetapi masih juga belum tertata sehingga terlihat nyaman.
Sebelum memasuki gerbang utama kawasan air terjun, kami membeli makanan ringan dan jagung rebus, rencana buat di makan bersama sambil menikmati suasana pinggir air terjun.
Di pintu gerbang loket tiket masuk kembali kami menemukan ketidaknyamanan lain. Rupanya setelah tiket dibayar lunas, potongan tiket diambil kembali oleh petugas loket lalu langsung disobek saat itu juga, jadilah bertebaran potongan tiket yang nyaris menutupi badan jalan di gerbang itu. Dimana tempat sampahnya? Apakah cara begini hanya untuk menunjukkan ramainya pengunjung masuk? Benar-benar tidak nyaman dilihat. Belum lagi, diloket depan itu seharusnya terpampang papan informasi yang lengkap dan jelas mengenai kawasan ini termasuk harga tiket dan info-info keamanan serta petunjuk penting lainnya. Akan lebih baik juga bila dibangunkan satu gedung pusat informasi.
Melewati loket masuk, kami langsung menuju lokasi air terjun menelusuri jalan setapak dan menuruni ratusan anak tangga. Lagi-lagi saya merasa sangat tidak nyaman melewati sepanjang jalan setapak dan tangga-tangga itu. Sedikit sekali papan peringatan agar pengunjung berhati-hati, menjaga anak-anak. Atau sekedar informasi nama-nama lokasi, nama pohon, nama bunga dan sebagainya yang bisa menambah wawasan pengunjung. Bahkan Tempat sampah juga termasuk jarang ditemui sepanjang jalan. Kios-kios pedagang juga belum tertata baik.
Sampai di anjungan utama….. Derasnya air terjun ini menghasilkan banyaknya uap dan percikan embun sehingga selain menambah sejuk rupanya juga membuat bangunan yang ada disana menjadi lembab dan licin. Kondisi ini sangan berbahaya. Saya tidak berani mengambil foto dilokasi ini. Hanya background air terjun yang penuh uap air satu-satunya spot terbaik. Dan sebaiknya tempat ini harus dibuat seaman mungkin

Usul saya, tempat ini masih bisa dikembangkan. Tujuan utama wisata air terjun agar pengunjung tidak hanya datang lalu pergi dengan hanya melihat satu atau dua spot saja, bisa ditambahkan spot lain misalnya ada kawasan tempat pengunjung bisa merebus jagung sendiri berupa pondok-pondok kecil atau saung tradisional. Sehingga setelah mengunjungi air terjun ada pengalaman lain yang berkesan, selain itu agar pengunjung punya alasan untuk betah di lokasi wisata.
Demikian sekelumit kritikan bagian kedua. Tulisan ini sendiri sebenarnya lama saya endapkan di draft. Harapan saya adalah setidaknya ada perubahan dari tahun ke tahun, perencanaan matang, pengelolaan dan pemeliharaan lebih professional. Hasil studi banding dinas terkait agaknya perlu diterapkan, jadi tidak terkesan hanya pergi jalan-jalan saja ke Bali misalnya tanpa pernah mengambil lalu menerapkan tata kelola wisata yang baik.

Insya Allah pada tulisan berikutnya akan saya bicarakan tentang tiket masuk kawasan wisata di Danau Kerinci.Da

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s