Posted in Electrical Engineering, Serba-serbi, Tutorial

Pengalaman Mengelola CCTV Perusahaan Manufaktur

CCTV_SystemsTernyata CCTV tidak hanya tentang pemantauan untuk gangguan keamanan saja seperti yang sering kita dengar di berita TV saat ada perampokan ATM atau minimarket saja. TMC Polda Metro Jaya memanfaatkan maksimal CCTV untuk pemantauan lalu lintas. Sekarang kita temui banyak sistem parkir di Mall dan tempat parkir khusus yang memanfaatkan CCTV sebagai counter dan sensor mesin tiket, palang pintu otomatis. Ada manfaat lain bila CCTV ini dikelola secara baik dan terencana bagi sebuah perusahaan manufaktur. Berikut sekelumit cerita saya dalam mengelola sistem CCTV  tahun 2007 lalu.

Belum genap 2,5 tahun bertugas membangun infrastruktur dan mengelola sistem IT sebuah perusahaan manufaktur tempat saya bekerja, saya mendapat tugas baru yakni mengelola sistem Close Circuit Television alias CCTV perusahaan. Kala itu diaktifkan 2 (dua) unit pc sebagai server CCTV dan dipasang 32 Unit kamera dengan pembagian masing-masing mengatur 16 unit kamera. Dari 32 unit tersebut ada  12 unit kamera outdoor dan 20 unit kamera indoor. Semua kamera jenis analog dengan sebuah adaptor penyuplay daya, terhubung langsung ke PC melalui kabel coaxial  dan DVR sekaligus sebagai konverter A/D.  Sayangnya saat itu belum trend teknologi IP Camera.

Setelah pemasangan oleh pihak vendor, saya diberikan pelatihan singkat tentang sistem CCTV terpasang dan pengelolaannya. Merasa masih belum cukup, setelah itu saya mencoba mempelajari secara otodidak sedikit lebih jauh, hingga menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Smile

Dua unit PC dilengkapi dengan DVR, 32 Unit kamera, dua unit monitor dalam control room menjadi bagian dari tanggung jawab saya. Selain monitoring secara manual, sistem ini juga saya seting agar bisa dimonitoring secara remote melalui jaringan LAN dan internet melalui saluran khusus.

Ya, ketika itu saya melihat ada kesadaran pemilik perusahaan akan pentingnya penggunaan CCTV dalam membantu pemantauan dan pengelolaan perusahaan.

Dari segi keamanan, satu unit monitor TV LCD 32 inch dipasang sebagai display unit didinding kantor Satuan Pengamanan. Umumnya kamera yang didisplay disana adalah kamera Outdoor yang dipasang sekeliling perusahaan. Angle pengambilan gambar pada tiap kamera diupayakan menjangkau tempat-tempat penting yang berpotensi terjadi gangguan keamanan sekeliling perusahaan. Beberapa kasus gangguan keamanan, bisa di trace dengan mengamati dan mempelajari rekaman video yang tersimpan dalam Harddisk, yang bisa di playback sesuai waktu yang diminta.

Selain berfungsi sebagai alat pantau keamanan, beberapa kamera outdoor dipasang di beberapa tempat yang strategis dan berhubungan dengan proses awal dan akhir produksi. Kamera yang memantau area unloading raw material dan area loading  barang jadi untuk pengiriman ke konsumen. Kedua kamera ini memberikan gambaran bagaimana aktifitas input dan output material secara real time.

Kamera outdoor lain juga diarahkan pada tempat strategis area parkir kendaraan truck dan kendaraan operasional. Pemantauan kamera ini dijadikan referensi dalam melihat ketersediaan armada yang dibutuhkan setiap saat. Dan area pallet, untuk memantau ketersediaan pallet.

Sedikit berbeda dengan kamera outdoor, kamera-kamera indoor yang sebagian besar dipasang pada area produksi memberikan manfaat lebih banyak, selain mengabarkan dalam bentuk gambar bergerak secara real time proses produksi, kamera indoor juga berfungsi sebagai referensi penataan ruang produksi yang bersih dan rapi. Di ruang produksi utama terpasang 2 (dua) unit kamera bertipe dome yang dilengkapi rotator sehingga menjangkau titik 360 derajat dalam pantauan. Walaupun perawatannya sedikit lebih rumit karena kotoran debu dari proses produksi yang selalu mengotori kaca housing kamera.

Keadaan stok barang dalam gudang penyimpanan (warehouse) yang tersusun rapi dengan sistem racking, terpantau melalui 4 unit kamera indoor yang lain.

Sebagai pendukung presentasi untuk visitor yang datang ke perusahaan, sebelum diajak company tour di ruang meeting semua kamera ini bisa didisplay melalui TV LCD 42 inch. Akses ke server CCTV via jaringan LAN perusahaan, dan previlage yang bisa akses tidak sembarangan personel, hanya top management yang diberi akses. Fungsi seperti ini cukup efektif dan bermanfaat.

Bertambahnya ruangan, warehouse dan area produksi, membuat kebutuhan CCTV juga bertambah. 1 unit PC dan 10 unit kamera menjadi pemantau tambahan. Tiga ruang meeting dan guest room yang baru dipasang kamera bertipe dome.

Terakhir, sebelum mengakhiri kerjasama dengan perusahaan, saya diminta untuk setting PC di kediaman Pimpinan perusahaan agar bisa akses CCTV via internet dari kediaman beliau. Alhamdulillah bisa diseting, kendati harus mempertimbangkan kecepatan koneksi internet saat broadcast video dari perusahaan.

Sebagai pengalaman pertama mengelola CCTV perusahaan yang agak kompleks, saat itu saya belum sempat membuat jadwal pemeliharaan yang teratur baik secara fisik maupun dokumentatif. Berdasarkan pengalaman tersebut, menjadikan tugas yang sama di perusahaan yang berikutnya menjadi lebih mudah. Hanya yang menjadi kendala sistem di perusahaan kedua semua hardware yang digunakan jauh lebih tua. Smile

Dengan semakin canggihnya teknologi, sebenarnya pengelolaan CCTV akan semakin gampang dan murah. Merujuk pada manfaat yang bisa diperoleh dengan pengelolaan yang baik dan tepat, penggunaan CCTV adalah aset yang berharga.

Perencanaan yang tepat, penempatan yang pas kamera CCTV dan dokumentasi yang rapi membantu mempermudah pengelolaan perusahaan.

Itulah beberapa goresan penting mengisi buku catatan saya tentang pengalaman mengelola CCTV di perusahaan manufaktur. Tulisan ini saya buat setelah membaca berita tentang perampokan yang terekam CCTV dari portal berita online.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Author:

Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia "YPTK" Padang.

2 thoughts on “Pengalaman Mengelola CCTV Perusahaan Manufaktur

  1. Selamat sore,

    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan secara pribadi terkait artikel ini.
    Boleh saya minta alamat emailnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s